Mengubah Perbedaan Menjadi Kekuatan
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
PERBEDAAN adalah sunatullah. Di manapun dan kapanpun, perbedaan pasti akan selalu ada. Kita tidak bisa menuntut semuanya sama. Allah SWT berfirman, "Hai manusia, sesungguhnya Kami Menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu." (QS. Al-Hujuraat: 13).
Dari ayat tersebut kita bisa paham, bahwa Allah SWT membuat perbedaan tidak untuk dijadikan alat perpecahan. Perbedaan adalah rahmat dan sumber kekuatan, selama kita bisa menyikapinya dengan benar dan mendudukannya secara proporsional.
Lihatlah sebuah bangunan, ia begitu kokoh dan indah. Salah satu sebabnya karena bangun tersebut tersusun atas bahan-bahan yang berbeda. Satu bahan dengan bahan lainnya saling menguatkan. Ada batu yang keras, ada kerikil yang kecil dan tajam, ada beton yang kokoh, ada semen, dan ada pula air yang lembut tapi mempersatukan. Alangkah indah kebersamaan dalam perbedaan.
Tapi lihatlah toko material. Di sana terdapat segala macam bahan bangunan, dari mulai yang termahal hingga yang termurah, dari yang kecil hingga yang besar. Tapi bermanfaatkah? Walaupun banyak dan beraneka ragam, barang-barang di sana tidak bisa diambil manfaatnya secara maksimal. Penyebabnya, satu sama lain tidak berhubungan, terpecah belah, dan tidak menempati posisi yang sebenarnya.
Begitu pun dalam hidup bermasyarakat. Setiap indivudu atau komponen masyarakat tidak akan mampu bersama, membentuk bangunan bangsa yang kokoh dan indah, apabila tidak ada persatuan di dalamnya. Dan, persatuan serta kokohnya bangunan bangsa harus berdiri di atas perbedaan.
BAGAIMANA caranya agar perbedaan tersebut bisa mendatangkan kekuatan dan rahmat Allah SWT? Ada beberapa cara. Pertama, kita harus bijak dalam memandang perbedaan tersebut. Caranya, carilah persamaan yang ada sebelum mencari perbedaan. Kedua, setiap diri harus mampu memposisikan diri pada tempatnya. Ketiga, jangan sekali-kali meremehkan orang lain. Perlakukanlah semua orang seperti orang penting, karena setiap orang memiliki peran tersendiri yang tidak bisa digantikan yang lain. Keempat, jangan ingin menonjolkan diri dan merasa diri paling penting. Tanpa orang lain kita tidak akan bisa berbuat apa-apa. Lihatlah beton dalam bangunan, ia tidak menonjolkan diri. Tapi kita tahu, tanpa beton bangunan tidak akan kokoh berdiri. Terakhir, berusahalah menuntut diri sebelum menuntut orang lain.
SALAH satu hal yang bisa merusak kebersamaan dalam perbedaan tersebut adalah informasi yang salah. Sebuah informasi seringkali menimbulkan perpecahan di kalangan umat. Karena itu, kalau ada sebuah informasi hal pertama yang harus kita lakukan adalah tidak mempercayainya sebelum ada bukti yang jelas. Bila kita langsung merespons berita atau informasi tersebut, kita bisa jatuh pada ghibah bahkan fitnah. Kemudian lihatlah siapa yang memberikan informasi. Orang terpercayakah atau seorang pendusta? Dan yang lebih penting lihatlah bukti. Tidak ada jawaban yang paling tepat selain bukti. Semoga Allah menuntun kita menjadi orang yang bijak dan terpelihara. Amin (Ems).
republika
Read MorE...
salam
Selasa, 02 Februari 2010
Mengubah Perbedaan Menjadi Kekuatan
Rasa Ingin Tahu
Rasa Ingin Tahu
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
Dalam sebuah majelis, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa akan datang seorang calon penghuni surga di tengah mereka. Hebatnya, orang tersebut kurang dikenal oleh para sahabat. Ia bukan seorang tokoh atau public figure. Para sahabat merasa penasaran, apa sebenarnya keistimewaan orang itu hingga Rasulullah SAW menjulukinya sebagai calon penghuni surga. Salah seorang sahabat, Abdullah bin Amr, berniat memantau dari dekat orang itu agar lebih jelas mengetahui apa keistimewaannya.
Abdullah lalu meminta izin untuk menginap di rumah orang tersebut selama tiga hari. Selama itu Abdullah mengawasi amal tuan rumah, gerak-geriknya, tutur katanya, dan cara ibadahnya. Hampir-hampir ia tidak tidur karena takut kalau ada amal tuan rumah yang tidak dapat disaksikan. Namun, Abdullah tidak melihat amal yang istimewa. Amalannya biasa-biasa saja, tidak ada yang menonjol dibanding dengan sahabat-sahabat lainnya.
Sebelum pulang, Abdullah pun bertanya langsung gerangan apakah amalan istimewa tuan rumah sehingga ia dianggap sebagai calon penghuni surga. Jawabnya, "Wahai sahabat, seperti yang kau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang Muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang bisa kuberitahukan padamu. Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan kubuang semua dengki, dendam, dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama Muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasul menyebutku sebagai calon penghuni surga".
Demikianlah, hanya orang-orang kreatif dan inovatiflah yang akan mendapatkan keuntungan lebih banyak dalam hidup. Kreatif adalah menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada, sedangkan inovatif menjadikan yang telah ada menjadi semakin baik dan bermanfaat. Sahabat tadi termasuk orang yang kreatif sekaligus inovatif dalam beramal. Betapa tidak, ia mampu inovatif dalam beramal.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk tidak menjadi pendengki. Dan sahabat tadi "menginovasi" perintah itu sebelum ia terlelap dalam tidur. Ia membersihkan hatinya dari kedengkian dan kebencian pada saudara-saudaranya, hingga Rasulullah SAW "memvonis" ia sebagai calon penghuni surga.
Islam sangat menghargai perbuatan kreatif dan inovatif, bahkan menganjurkannya. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang kreatif dan inovatif dalam kebaikan --hingga orang lain tergerak untuk melakukan kebaikan yang sama-- akan mendapatkan pahala sebanyak orang yang mengikuti kebaikan tersebut. Diungkapkan, "Barangsiapa mempelopori suatu amal kebaikan, ia akan mendapatkan pahalanya, ditambah pahala orang-orang yang ikut melaksanakan kebaikan itu setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun" (HR Muslim, Turmudzi, Ibn Majah, dan Ahmad).
Ingin tahu: awal kreativitas
Saudaraku, setiap hari masalah yang kita hadapi semakin bertambah dan kompleks. Kita tidak bisa menyelesaikan seluruh masalah tersebut dengan menggunakan teori-teori lama. Pemecahannya membutuhkan kreativitas. Orang akan stres ketika laju masalah yang dihadapi tidak sebanding dengan laju kemampuan diri untuk memecahkan masalah tersebut.
Misal, kita akan stres ketika biaya hidup meningkat sedangkan penghasilan tidak meningkat. Resikonya jelas, kita harus memacu diri supaya penghasilan kita lebih besar daripada pengeluaran. Orang terbaik adalah orang yang laju kemampuan dirinya lebih cepat dari laju masalah yang dihadapinya. Bila pengeluaran kita naik dua ratus perbulan, maka penghasilan kita harus bertambah lebih dari dua ratus ribu perbulan. Bila ini terjadi, insya Allah kita akan lebih tenang.
Masalahnya, kecepatan kita untuk meningkatkan kualitas diri tidak sebanding dengan kecepatan dari masalah yang kita hadapi. Karena itu, daripada kita sibuk memikirkan masalah, harusnya kita sibuk meningkatkan percepatan dan kualitas diri kita.
Bagaimana caranya? Orang kreatif adalah orang yang selalu ingin tahu. Keutamaan membersihkan hati dari dengki dan kebencian sebelum tidur, dengan izin Allah, bisa sampai kepada kita karena rasa keingintahuan Abdullah Amr bin 'Ash terhadap keutamaan sahabat yang disebut ahli surga tersebut. Demikian pula jatuhnya apel tidak akan menghasilkan penemuan hukum gravitasi bila Isaac Newton tidak memiliki rasa ingin tahu. Lewat rasa ingin tahulah ilmu pengetahuan bisa berkembang pesat seperti sekarang.
Karena itu, bertanyalah selalu terhadap fenomena yang terjadi di sekitar kita. Kenapa orang bisa sukses padahal dulunya lebih buruk daripada kita? Kenapa orang bisa jadi bintang kelas, padahal dulunya tidak naik kelas. Para ibu pun bisa bertanya, kenapa Rasulullah SAW sangat mencintai Siti Khadijah padahal beliau usianya lebih tua lima belas tahun dari Rasul.
Biasanya, keinginan untuk tahu lebih banyak akan menjadi awal dari berbuat lebih banyak dan prestasi lebih besar. Tentunya, dalam proses mencari tahu kita diwajibkan mengambil yang baik dan membuang yang buruk. Wallahu a'lam bish-shawab.
republika
Read MorE...
Membangun Semangat Baru
Membangun Semangat Baru
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
Cyber MQ - Maha Suci Allah, dzat yang memiliki segalanya. Maha Cermat dan Maha Sempurna, sehingga Ia sama sekali tidak membutuhkan apapun dari hamba-hambanya. Tidak ada kepentingan dan manfaat yang kita berikan, karena Allah secara total dan Maha Sempurna telah mencukupi diri-Nya sendiri. Saudara-saudaraku yang baik, kita tahu bahwa negeri kita ini sudah terlalu banyak dilanda bala bencana, tetapi Insya Allah akan datang suatu masa dimana negeri ini akan bangkit menjadi negeri yang terhormat. Syaratnya adalah :
Kita harus mempunyai semangat, kalau selama ini bangsa kita menjadi babak belur, itu semua bukan karena miskin alamnya, tapi karena miskin hatinya, apa contohnya? Kita ini pelit sekali untuk senyum kepada orang lain dan pelit sekali untuk memaafkan orang lain. Maka jikalau saudara-saudaraku setuju maka Tahun 2005 ini akan kita coba jadikan menjadi tahun akur bagi kita semua. Jangan ada lagi pertengkaran, karena buat apa? tidak menghasilkan sesuatu yang berguna, sungguh sedih rasanya melihat negara yang kaya seperti ini bisanya hanya berkelahi. Oleh karena itu kita butuh para pemimpin yang senang akur, kita butuh orang-orang pintar yang bisa akur dan kita butuh juga rakyat yang mau akur. Insya Allah.
Kita harus mempunyai percaya diri, tahun 2005 ini kita harus mau menjadi orang yang punya percaya diri. Lihatlah sebagian saudara kita di luar negeri yang malu mengaku dirinya sebagai orang Indonesia, kemudian ada juga sebagian orang yang malu mengaku dirinya sebagai muslim. Percayalah, kalau kita sudah kehilangan percaya diri maka siapa lagi yang mau menghargai diri sendiri? Oleh karena itu agar negara ini bisa makmur dan maju rahasianya adalah jangan pernah minder dan jangan pernah malu sebagai orang Indonesia karena kita adalah bangsa yang besar. Memang kita sekarang sedang diuji dengan keadaan terpuruk seperti saat ini, tetapi kalau kita mau bersatu, Insya Allah bangsa ini akan bangkit!
Kita harus memiliki ketaatan kepada Allah, ingat baik-baik, kita adalah negara yang amat besar dan alamnya sangat kaya. Orang lain untuk menanam pohon membutuhkan waktu 20 tahun tapi di negeri ini hanya membutuhkan waktu 10 tahun, karena sinar mataharinya melimpah ruah, hujan airnya melimpah ruah bahkan kadang-kadang menjadi banjir. Tetapi kenapa terjadi juga banyak bala bencana, longsor, musibah, narkotik, korupsi, segala musibah bertumpuk dinegeri kita ini, Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Saudaraku, mungkin penyebabnya adalah bisa jadi karena selama ini kita sangat sombong dan meremehkan Allah yang menguasai langit dan bumi. Kita merasa hebat, padahal siapa yang hebat? Tidak ada manusia yang hebat, bukankah manusia asalnya dari setetes mani ujungnya jadi bangkai kemana-mana bawa kotoran? Siapa yang hebat di Indonesia? Tidak ada yang hebat, yang hebat adalah kalau kita bisa menggiring masyarakat kita untuk taat pada Allah yang menguasai langit dan bumi. Semoga kita senantiasa memperbaiki diri, dan Insya Allah. Allah akan memberikan yang terbaik pula bagi hambanya.
Saudaraku, Rasulullah sendiri pernah bersabda : "Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling mulia akhlaknya". (HR. Tirmidzi). Dengan demikian, akhlaqul karimah tak diragukan lagi merupakan tolak ukur yang paling utama, maka, kita pun dapat bercermin pada diri sendiri, adakah kita telah layak menjadi insan pilihan-Nya. Marilah bertafakur karena siapa tahu kita saat ini tengah menempuh suatu jalan yang dapat mengantarkan kita untuk dapat menggapai mahkota kemuliaan, atau sebaliknya, tengah menuruni lembah menuju kehinaan. Wallahu a'lam.
--------------------------------------------------------------------------------
Read MorE...
"Meningkatkan Kualitas Keyakinan Diri "
Meningkatkan Kualitas Keyakinan Diri
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
Milis DT - "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya telah Aku haramkan kepada-Ku untuk berbuat zalim, dan mengharamkan pula kepada kalian perbuatan zalim. Karena itu, janganlah kalian saling menganiaya diri kalian. Wahai hamba-Ku, kalian seluruhnya sesat kecuali orang yang telah Aku beri hidayah. Karena itu, mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya kalian akan Aku beri petunjuk, dengan keyakinan bahwa Allah akan memberikan apa saja jika kita yakin memintanya, tanpa sedikit pun keraguan dalam dirinya." (HR Muslim, Ibnu Hibban, dan Hakim).
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia sedang menzalimi diri dan penciptanya, Allah Azza wa Jalla. Ia terus meminta kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup, tanpa disertai keyakinan bahwa Allah akan memberikan apa yang dimintanya.
Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seorang hamba yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan pula Allah akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin bahwa doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doanya tersebut lebih dari yang ia minta.
Andaikan seorang ragu akan pertolongan Allah, dan lebih yakin akan kemampuan diri atau pertolongan makhluk, maka yakinlah bahwa hidup orang tersebut akan penuh dengan kekecewaan. Siapa saja yang hidupnya ingin selalu dilindungi dan dimudahkan semua urusannya, namun ia tak pernah bersungguh-sungguh meningkatkan mutu keyakinannya pada Allah, maka keinginannya tersebut hanya angan-angan belaka.
Bagaimana cara kita meningkatkan keyakinan diri? Ada tiga tahapan yang harus kita lewati dalam usaha meningkatkan kualitas keyakinan diri. Pertama, 'ilmul yaqin. Yaitu meyakini segala sesuatu berdasarkan ilmu atau pengetahuan. Misal, di Makah ada Kabah. Kita percaya saja karena teorinya seperti itu.
Kedua, 'ainul yaqin. Yaitu keyakinan yang timbul karena kita telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Orang yang telah menunaikan ibadah haji sangat yakin bahwa Kabah itu ada karena ia telah melihatnya. Keyakinan karena melihat, kualitasnya akan lebih baik dibandingkan dengan keyakinan karena ilmu.
Ketiga adalah haqqul yaqin. Orang yang telah haqqul yakin akan memiliki keyakinan yang dalam dan terbukti kebenarannya. Orang yang telah merasakan nikmatnya thawaf, berdoa di Multazam, merasakan ijabahnya doa, akan memiliki keyakinan yang jauh lebih mendalam dari dua keyakinan sebelumnya. Inilah tingkat keyakinan tertinggi yang akan sulit diruntuhkan dan dicabut dari hati orang yang memilikinya.
Cara meningkatkan kualitas keyakinan diri, sejatinya harus melalui proses dan tahapan-tahapan, mulai dari 'ilmul yaqin, 'ainul yaqin, hingga haqqul yakin.
Mengenal tingkat keyakinan diri
Semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah. Maka, rugilah orang-orang yang hatinya bergantung pada selain Allah. Yakinlah, bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Mengatur segalanya. Sayangnya, kita sering mengatakan bahwa Allah itu Mahakaya, tapi kita sering takut tidak mendapatkan rezeki. Kita tahu bahwa Allah itu Maha Menentukan segala sesuatu, yang Menciptakan manusia berpasang-pasangan, tapi kita sering risau tidak mendapatkan pasangan hidup. Bila demikian, kita masih berada dalam tingkat 'ainul yaqin dan belum sampai ke tingkat haqqul yaqin.
Mengapa ada orang yang keluar dari Islam (murtad)? Sebabnya, keyakinan yang ia miliki baru sebatas 'ilmul yaqin; sebatas tahu. Ternyata, yakin kepada Allah hanya sebatas ilmu tidak cukup untuk membuat kita istiqamah. Keyakinan kita harus benar-benar meresap ke dalam sanubari. Cahaya keyakinan yang tersimpan di dalam hati seorang hamba ternyata datang dari khazanah kegaiban Allah Azza wa Jalla. Alam semesta ini terang benderang karena cahaya dari benda-benda langit yang diciptakan-Nya. Sedangkan cahaya yang menerangi hati manusia berasal dari cahaya Ilahi.
Ibnu Atha'illah dalam Hikam bertutur, "Nur yang tersimpan di dalam hati, datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban. Nur yang memancar dari panca indramu berasal dari ciptaan Allah; dan cahaya yang memancar dari hatimu berasal dari sifat-sifat Allah".
Dengan demikian, keterbukaan hati dalam menerima cahaya inilah yang harus selalu kita jaga. Mulailah kita usahakan untuk selalu dapat mengenal hikmah di balik setiap kejadian. Jangan hanya melihat setiap kejadian dengan mata lahir saja, tapi gunakan mata hati kita. Namun, mata hati tidak akan berfungsi dengan baik, kalau selalu dikotori dengan kemaksiatan dan dosa. Wallahu a'lam bish-shawab.
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
Read MorE...
"Workshop Leadership to be Amazing student"
"Workshop Leadership to be Amazing student" adalah work shop yng di adakn oleh MTSN Al-Hikam,
acara ini diadakan insya' Alloh pada tanggal 20 februari 2010,dengan pembicara Fida Casanatun S.pd, M.pd. eits ada penampilan heboh lo...dari grup nasyid Kanzaz dari Magetan city, pokoknya gak rugi degh datang ke acara ini, selain dpt ilmu qt juga dpt hiburn musik nasyid,,,,
So bagi yang berminat silahkandatang di MTSN Al-Hikam jalan Melati no.550 Geger Madiun..
jangan ampe ketinggalan.........rugi kalau gak ikutan.....
Read MorE...
Sign in Twitter
Sign in to TwitterIf you’ve been using Twitter from your phone, click here and we’ll get you signed up on the web. |
Create Your Account
Already using Twitter |